fbpx
BMT

Baitul maal wat tamwil Organisasi Usaha Yang Bersifat Mandiri

Slawiraya ( Opini )

Baitul maal wat tamwil ( BMT ) merupakan lembaga yang   berkecimpung dibidang keuangan syariah.  adalah organisasi usaha yang bersifat mandiri yang memiliki kegiatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan usaha yang bersifat produktif

Keberadaan BMT untuk meningkatkan kualitas dari kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh para masyarakat kecil dan juga para pengusaha kecil dengan cara masyarakat menabung di BMT serta juga membiayai kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh mereka.

Baca Juga : https://slawiraya.beritalidik.com/pemerintah-kabupaten-pemalang-gelar-pelatihan-manajemen-ritel/

Selain kegiatan tersebut BMT juga dapat menerima dana untuk keperluan zakat, infak dan sedekah dan lalu menyalurkan kepada pihak-pihak yang memerlukannya sesuai aturan yang ada.

Sebagai satu Lembaga keuangan syariah BMT merupakan Lembaga keuangan syariah yang memiliki sifat yang lebih informal. Dan berbeda dengan entitas syariah lainnya yang lebih formal, seperti bank syariah dan juga entitas pasar modal syariah.

Baitul maal dalam arti di Bahasa Indonesia adalah rumah harta. Karena berfungsi sebagai rumah harta maka BMT berhak untuk melakukan pengelolaan atas dana zakat, infak dan juga sedekah. Hal ini yang menjadi keunggulan dari BMT, karena bisa memberikan pinjaman kepada kalangan masyarakat di bawah, terutama level menengah ke bawah yang tidak memiliki persyaratan jaminan yang cukup bila berhubungan dengan bank syariah.

Secara legal BMT merupakan Lembaga mikro dengan badan hukum koperasi. Meski begitu system operasional dari BMT pada dasarnya menganut system yang sama dengan bank syariah, yaitu konsep bagi hasil.

Baca Juga : https://slawiraya.beritalidik.com/sebanyak-15-000-porsi-makanan-disajikan-saat-pembukaan-pesta-rakyat/

Dalam konsep lain, selain sebagai Baitul maal atau rumah harta, BMT juga berfungsi sebaga baitut tamwil. Dalam Bahasa Indonesia artinya adalah rumah pembiayaan.

Dalam hal ini, pembiayan yang dilakukan oleh BMT tentunya dengan konsep syariah, yaitu berbasis bagi hasil. Selain konsep bagi hasil. BMT juga menyediakan pembiayaan dengan akad lain, seperti murabahah dan salam serta ijarah. Tentunya dengan kesadaran bahwa nasabah yang berhubungan dengan BMT merupakan nasabah yang rata-rata berasal dari kalangan ekonomi mikro. ( *** ) 

Tinggalkan Balasan