fbpx
Desa Sumbaga

Dialog Interaktif Bupati Tegal Dengan Masyarakat Desa Sumbaga

Slawiraya ( Slawi )

Halaman SD Negeri Sumbaga 01 pada, Rabu (14/6/2023) siang, menjadi tempat dialog interaktif Bupati Tegal yang didampingi para Kepala OPD dengan warga Desa Sumbaga Kecamatan Bumijawa dan masyarakat sekitarnya.

Dialog interaktif dengan tema diseminasi informasi kepada masyatakat desa merupakan kegiatan Bupati dalam rangka tilik desa

Baca Juga : https://slawiraya.beritalidik.com/permendikbudristek-republik-indonesia-no-50-tahun-2022-tentang-pakaian-seragam-sekolah/

Kepala Desa Sumbaga Aminudin, mengucapkan selamat datang kepada Bupati dan OPD yang berkunjung di desanya. Dalam kesempatan tersebut, Aminudin menceritakan kendala di Desa Sumbaga terutama adalah terkait perbaikan dan pelebaran jalan.

Sebelum dialog interaktif, pada pagi harinya sejumlah dinas, instansi dan lembaga membuka layanan masyarakat seperti pelayanan keselamatan KB dan cek kesehatan, pelayanan donor darah, pembuatan KTP, KK dan surat pindah, pembayaran PBB, pembayaran pajak kendaraan bermotor, pembuatan kartu BPJS dan perpanjangan SIM A dan C.

Bupati Tegal Umi Azizah memaparkan beberapa program dan himbauan terkait era digitalisasi yang saat ini tengah digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Umi menghimbau agar orang tua mengawasi anak agar tidak masuk ke sesuatu yang tidak baik dan mengarahkan anak pada kegiatan positif seperti hobi olahraga dan seni.

Selain itu, Umi juga memberikan informasi kepada warga bahwa sekarang dapat mendaftar kerja melalui online, sehingga tidak memerlukan calo. Pemetaan pendidikan dan kesehatan di Bumijawa, penanggulangan stunting serta himbauan agar kepala desa dapat mengalokasikan anggaran untuk membuat program agar generasi muda dapat mencintai pertanian mengingat Bumijawa merupakan sumber penghasilan pertanian di Kabupaten Tegal.

“Kecamatan Bumijawa ini termasuk rawan bencana. Sehingga perlu saya matur kepada panjenengan semua supaya bisa bersama-sama menjaga. Caranya dengan menanam tanah dengan tanaman keras. Hal tersebut guna mencegah longsor. Disisi lain, airnya Kabupten Tegal bergantung pada  Bumijawa, sehingga agar kebutuhan seluruh masyarakat terpenuhi, kita harus bersama-sama merawat lahan,” jelas Umi.

Saat Dialog Interaktif, Salah seorang petani desa Sumbaga Nurcholis, menyampaikan alasan sulitnya mengajak generasi muda untuk mencintai pertanian karena alat yang digunakan masih tradisional.

Baca Juga : https://slawiraya.beritalidik.com/polda-jateng-ungkap-kasus-dugaan-tindak-pidana-perdagangan-orang/

“Agar anak muda ini semangat dengan pertanian, tekonologinya mohon bisa dibenahi. Salah satunya ini bedengan, kalau bedengan manual ini mencari tenaga kerjanya agak sulit. Tapi kalau pakai kultivator, selain pekerjaan lebih cepat, juga akan lebih mudah untuk mengajak tenaga kerja baru,” tutur Nurcholis.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ahmad Sukoco menambahkan, bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Tegal selalu terbuka untuk berbagai usulan dari masyarakat, terutama usulan yang mengarah kepada modernisasi dan pengembangan. Hal ini tentunya memerlukan proses sesuai sistem. ( *** ) 

Tinggalkan Balasan