fbpx
Vihara Metta

Vihara Metta Gelar Peringatan Tiga Peristiwa Penting Dalam Agama Buddha

Slawiraya ( Kota Tegal ) 

Para pemeluk Agama Buddha di Kota Tegal menggelar peringatan tiga peristiwa penting dalam agama Buddha yang  lebih terkenal dengan Tri Suci Waisak, di Vihara Metta jalan Udang Kota Tegal hari Minggu (04/06/2023) pagi

Menurut Ketua Yayasan Meditation Center Tegal Aditya Ananta Nugroho bahwa kegiatan perayaan Waisak tahun 2567/2023 ini, dipimpin oleh Bante Sujarno Mahatera dan diikuti oleh sekitar 50 orang jemaat umat Budha.

Baca juga : https://slawiraya.beritalidik.com/purnawirawan-perwira-angkatan-laut-ikuti-kontestasi-pemilihan-kepala-desa-serentak-gelombang-1/

Hari Tri Suci Waisak, kata Aditya Ananta mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama yaitu kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna dan kemangkatan Sang Buddha. “Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari purnama sidi, bulan Waisak” sambungnya

Disebutkan oleh Aditya Ananta bahwa pada Perayaan Waisak 2567 tahun 2023 ini mengangkat tema “Memperkokoh Moral, Membangun Keharmonisan Bangsa”.

Vihara Metta

“Momentum Waisak menjadi penting untuk merefleksikan nasihat yang berkenaan dengan kesucian moral sekaligus menyegarkan kembali ingatan pada tiga peristiwa agung yang sangat istimewa dalam hidup Guru Agung Buddha,” ungkap Aditya.

Lanjut Aditya hari Trisuci Waisak 2567 tahun ini jatuh pada 4 Juni 2023. Umat Buddha merayakan Trisuci Waisak dengan puja bakti, meditasi, dan menciptakan kedamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dilandasi moral yang kokoh atau keluhuran budi pekerti.

Baca Juga : https://slawiraya.beritalidik.com/gus-nuril-dan-wahyurudhanto-anggota-kompolnas-hadiri-ngaji-bangsa-peringati-lahirnya-pancasila-di-smp-dharma-bhakti/

Perayaan Trisuci Waisak, menurutnya diawali dengan penyalaan lilin. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi Pradaksina yaitu ritual yang mengelilingi suatu objek yang dianggap suci.

“Dalam prosesi ini umat Budha memutar searah jarum jam sebanyak tiga kali. Setelah usai Pradaksina, kemudian dilanjutkan kegiatan kebaktian,” pungkasnya. (Herman Mo)

Tinggalkan Balasan